Sunday, May 21, 2017

#MemesonaItu adalah Berhenti Membandingkan Diri Dengan Orang Lain

Hai semua! Pernah ngga kalian mengalami perasaan "insecure" dan tidak puas dengan pencapaian diri sendiri? Aku pernah, dan cukup sering.

Menjadi seorang full-time office worker, kru komunitas blogger kecantikan dan part-time Blogger membuat hari-hariku sangat padat dan aku sering kesulitan untuk membagi waktu. Percaya atau tidak, aku kadang merasa insecure karena merasa mengalami "ketinggalan" dengan teman-teman sesama beauty bloggers dan beauty influencers yang udah lebih berkembang.
Seperti yang kalian tau, di era sekarang itu seorang Blogger / Youtuber suka dipandang sebelah mata kalau Instagram nya itu "sepi". Sepi followers dan sepi jumlah like. Sampai-sampai sekarang ada semacam profesi yang dinamakan Selebgram, yakni semacam public figure yang followers nya puluhan sampai ratusan ribu dan hobi endorse ini-itu. Tapi ironisnya, banyak juga selebgram yang followersnya tidak asli, alias beli followers. Sampai se-desperate itu kah generasi milenial untuk menjadi terkenal?


Aku sih secara pribadi ngga pernah menarget diriku untuk jadi seorang selebgram, tapi at least aku juga ingin influenceku di sosial media; terutama Instagram, bisa makin berkembang (tentu saja berkembangnya kearah positif; dengan followers dan jumlah like yang genuine). Karena jaman sekarang tuh persaingan Blogger-Youtuber-Influencers di dunia kecantikan semakin sadis, karena banyak brand-brand yang sedikit-sedikit kiblatnya ke jumlah followers; dan bukan melihat kualitas blog/Youtube channel yang dimiliki :'D 
'Tul ngga?

Thursday, May 18, 2017

Pengalaman Belanja via Aplikasi Prelo (Review & Tutorial)

Hai semua! Siapa di sini yang penggemar belanja online? :D Aku yakin sih paling ngga sekali dalam seumur hidup kalian pasti pernah belanja online, kan? Secara pribadi aku punya ketergantungan dengan belanja online, karena 60% dari barang-barang pribadi (seperti baju, kosmetik, barang peralatan rumah, barang unik dst) itu aku beli via online
Kenapa online? Soalnya aku orangnya males keluar-keluar ke mall atau ke pertokoan untuk cari-cari barang. Aku merasa belanja online itu lebih praktis; karena kita bisa membeli barang yang kita mau dengan harga yang terbaik dan ngga perlu pergi kemana-mana. Cukup tinggal order, bayar dan duduk manis nunggu barang dateng hehe. Apalagi biasanya barang-barang yang dijual di online shop itu rata-rata lebih murah ketimbang beli di toko offline.

Yaa tentu aja tiap orang beda-beda yaa.. Ada yang merasa lebih lega kalo beli di toko offline; karena bisa liat langsung barangnya, tetapi ada juga orang-orang yang merasa udah cukup beli barang secara online tanpa harus melihat barang aslinya (seperti akuu~) :P
Kalau 5-8 tahun yang lalu kita masih sering pake forum atau Facebook untuk berjualan atau beli barang, trend beberapa tahun terakhir ini pengguna aplikasi jual beli makin meningkat karena banyak peminat. Jadi menurutku trend untuk jualan di sosial media udah mulai agak ditinggalkan lah ya.. Soalnya aku secara pribadi juga kurang sreg liat-liat barang dan belanja di online shop sosial media; karena ngga semua foto mencantumkan harga.. Masa kalo mau tanya harga harus tanya via PM (Private Message) dulu? -_-" Keburu ilang mood belanjanya...

Pengalaman belanja di Prelo, Pengalaman beli barang di Prelo, Pengalaman jual barang di Prelo, Pengalaman jualan di Prelo, Review Prelo, Review aplikasi jual beli Prlo, Review shopping application Prelo, Review Marketplace App Prelo

Maka dari itu 2 tahun terakhir ini aku lebih suka belanja via marketplace app; terutama aplikasi dengan model bisnis C2C (Consumer to Consumer). Lebih jelasnya, perusahaan yang membangun aplikasi jual beli ini berfungsi sebagai "perantara"; jadi tidak ada gudang untuk penyimpanan produk. Mekanisme jual-belinya adalah: penjual adalah perorangan / individu yang menjual barang pribadi atau bekas kepada pembeli via marketplace app.

Kebetulan sebagai seorang wanita penggila belanja online, aku termasuk orang yang ngga anti sama barang bekas / preloved. Nah, baru-baru ini aku mencoba aplikasi jubel baru yang namanya PRELO. Aku udah mencoba aplikasi ini selama 2 minggu dan aku mau sharing ke kalian reviewku tentang aplikasi ini :D

Thursday, May 4, 2017

TIPS: How to Organize False Lashes Collection

Hello everyone! Today I'm gonna share some beauty tips that might helpful for you. Well, as a beauty blogger and beauty enthusiast, I do have QUITE A LOT false lashes (a.k.a fake lashes or faux lashes) in my storage ^_^;; Sometimes I can't hold myself to not shop cheap false lashes (with good quality), though I rarely use false lashes in my daily basis. LOL.
In meantime of collecting false lashes, I often can't find specified falsie that I want to wear in certain occasions; due to disorganized storage. That's why I tried to organize my false lashes here :D

Halo semua! Hari ini aku membagikan tips lain; masih seputar tips kecantikan, yang mungkin berguna bagi kalian. Yup hari ini temanya tentang bulu mata palsu (atau sebut saja bulmat). Nah sebagai beauty blogger aku juga hobi koleksi bulu mata palsu dan aku baru sadar ternyata udah lumayan banyak  ^_^;; sampe-sampe aku bingung taruh dimana, dan sering panik pas mau dipake ternyata bulmat nya terselip x__x

TIPS How to Organize False Lashes Collection, How to Organize Fake Lashes Collection, How to Organize Faux Lashes Collection, Cara merapikan koleksi bulu mata palsu, cara mengatur koleksi bulu mata palsu, false lashes tips, fake lashes tips, faux lashes tips, tips bulu mata palsu

Some false lashes that I bought is quite durable to be worn for 2-5x and I also collected all the packagings (though some of them are so bulky) because I didn't know what to do with the falsie without packaging. I mean, if they were "naked", dust would be gather at the end, weren't they? :P

Finally I managed to organized them all and had time to make this post.
I hope these tips will be inspire you to organize your collection as well!


Beberapa bulmat yang aku beli ada yang kualitasnya biasa (cuma bisa dipake sekali) dan ada yang lumayan awet (bisa dipake 2-5x) jadi aku simpan semua kemasannya karena aku ngga tau bulmat nya harus dikemanain kalo misal tanpa kemasan gitu; kan bisa kotor ^_^; 

Sampai akhirnya aku berhasil juga merapikan koleksi bulmat dan bikin postingan ini..
Semoga bisa menginspirasi kalian hehe :D