Pages

Monday, August 17, 2015

3 Kebiasaan yang Nampaknya Sepele tapi Menghancurkan

Before today ends, I want to write something for Indonesia on my blog. Yes, today my country is celebrating Indonesian 70th Independence Day. Wow, we sound so old, don't we? But I believe there are many aspects that we have to improve. To achieve improvement of Indonesia, we can't only rely on government, we NEED to do our parts as well.

Let me say this.. HAPPY INDEPENDENCE DAY INDONESIA!
Dirgahayu 70 th Indonesiaku :)

Ehem, I know I might lack of knowledge about Indonesia (I learned about Indonesian history in school, but I forgot the complicated details many years later :p), and because I don't master about Indonesian history and government bureaucracy, I won't talk much about those aspects. Instead, I will "pour off" my minds about Indonesia in other aspects.

Let's talk about HUMAN. To be exact, INDONESIAN CITIZEN.
Yes, we have attained independence of our country, but what we have done to our country? Have we already done our part as one unity and citizen of Indonesia?



---------------------------------- Talking in Bahasa Indonesia ----------------------------------


Berhubung aku ngga terlalu menguasai tentang sejarah penjajahan Indonesia dan tentang politik pemerintahan Indonesia yang begitu njelimet, aku ngga akan bahas tentang hal itu (daripada aku dicaci maki pembaca karena ngga menguasai materi :P). Aku mau bicara soal manusia, lebih tepatnya penduduk Indonesia. Yup, bicara tentang aku dan kamu, yang lagi baca postingan ini.

Sebagai warga negara yang mendukung Presiden Indoensia, aku setuju banget dengan campaign "REVOLUSI MENTAL". Kenapa? Karena menurutku mental penduduk Indonesia emang butuh banget mengalami perubahan, revolusi yang nyata. Kita ngga bisa hanya mengharapkan pemerintah bekerja, tapi kitanya sendiri ngga ada aksi yang nyata. Contohnya nih, kita berharap lingkungan kita bersih dari sampah dan ngga banjir melulu, tapi kitanya sendiri buang sampah sembarangan. Masuk akal ngga tuh? :/


Singkat aja, ada 3 poin yang menjadi concernku, dan aku berharap banget masyarakat Indonesia bisa ubah:

1. KEBIASAAN BUANG SAMPAH SEMBARANGAN
Ternyata habit ini udah ada dari jaman nenek moyang, ngga tau siapa yang memulai. Tetapi masih susah banget dari kita masing-masing untuk memiliki rasa cinta terhadap lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan. Baik orang tua, maupun anak muda sama saja; sama-sama tukang buang sampah. Aku jadi inget jaman waktu aku kecil dulu, aku jelas-jelas melihat ortu buang sampah di jalan dan waktu aku tanya kenapa; cuma dijawab "gak pa-pa, itu kan kerjaannya petugas kebersihan. Kalo ngga gitu mereka ngga kerja dong." WHAT?? (kalo diinget-inget jadi malu sendiri karena dari kecil udah ditanamkan mindset yang salah -___- tapi sekarang ortu ku udah mulai berubah kok. Karena itulah nanti kalau kita punya anak, jangan ngajarin hal yang salah ya).


Sangat menjengkelkan bukan, kalau kita dateng ke pantai / gunung, ngarepnya liat pemandangan yang indah dan bersih, tapi ternyata banyak sampah dimana-mana? Terus apa yang kalian lakukan saat melihat pemandangan seperti ini? Mulai mengumpulkan sampah (at least memungut sampah sendiri) atau ikut-ikutan meninggalkan sampah?
Beberapa waktu yang lalu aku main ke salah satu pantai di Indonesia, kotornya luar biasa (apalagi karena lagi musim liburan). Aku membawa kantong plastik untuk sampah sendiri. Setelah makan snack dan menggunakan kertas koran sebagai alas duduk, aku pun memasukkan bungkus snack kosong dan kertas koran yang sudah kotor itu ke dalam kantong plastik; dan membuangnya ke tempat sampah. Aku sering dengar perkataan kayak gini, "Halah, perbuatanmu itu ngga berarti apa-apa, masih banyak sampah tuh." Yes, I know. TAPI, kalau kita ngga memulai, kapan lingkungan kita bisa bersih?? Kalau bukan mulai dari kita, siapa lagi yang akan memulai? Mau terus-terusan mengharap pemerintah, tanpa aksi NOL dari kita?

ada yang masih mau dipanggil tukang sampah?

Ayo cintai lingkungan kita sendiri..

Jangan ngomel aja, tapi PRAKTEKKAN dong. Jangan buang sampah sembarangan kalau ngga mau kota kita kotor. Kita adalah manusia yang dibekali Tuhan dengan akal budi, bisa buang sampah di tempat sampah yang bener kan?

Kalau sampah udah menggunung kayak gini, jangan menyalahkan pemerintah deh.. Emang siapa yang tinggal di area situ? Pejabat pemerintah?

Seriously? Aurel ini pinter banget ya.. emang gara-gara Ahok ya Jakarta kotor begini?? *KZL

Sebelum kita buang sampah sembarangan, pernah mikir ngga sih nanti nasib sampahnya itu bagaimana? Apa kita ngga pernah mikir nasib hewan-hewan yang jadi korban gara-gara kebiasaan jelek kita? 


Well, let me be honest.. bicara soal lepas balon (balloon release) di acara pernikahan, aku juga mikir itu tradisi banget, aku awalnya berencana juga akan melakukannya dan emang jadi keliatan bagus kalo difoto. Tapi sekarang aku jadi berubah pikiran 180 derajat. Ngga perlu lah pas merit nanti aku pake acara lepas balon segala. Setelah balon dilepas perginya ngga ke Surga, tau. Bener-bener cuma jadi polusi udara! Cuma bagus buat visual tapi buruk buat lingkungan :(


Foto-foto ini sempat jadi viral di Facebook beberapa waktu lalu, dimana beberapa pendaki Gunung Rinjani (yang kebanyakan adalah warga asing), memungut sampah yang ditinggalkan oleh pengunjung Gunung Rinjani. Naik gunung sih boleh-boleh saja, tapi ngga perlu ninggalin jejak juga kali ya.. Masa gak malu sama bule yang lebih peduli dengan Indonesia?





2. KEBIASAAN NGGA MAU ANTRE / ANTRI
Kebiasaan ini juga udah ada dari jaman dulu. Kebanyakan rakyat Indonesia punya mindset "siapa cepat dia dapat". Rupanya seringkali orang tua juga tidak menanamkan mindset yang benar terhadap anak, jadi anak juga merasa bahwa ngga apa-apa memotong antrian / cutting in line. Padahal hal ini sangat mengganggu orang yang berada di belakangnya. Bayangin aja kalian capek-capek ngantri, tau-tau diserobot gitu aja. Do you have some manners?

PERLAKUKAN ORANG LAIN SEPERTI KALIAN JUGA INGIN DIPERLAKUKAN
Kalau kalian sendiri jadi orang yang antriannya diserobot gimana rasanya? Kesel gak?


Kebiasaan antri harus ditanamkan dari kecil

jangan suruh anak anda menyerobot antrian, karena perilaku baik terbentuk dari kecil



3. KEBIASAAN MEMBUANG-BUANG AIR BERSIH
Ambil contoh: ada satu anak kosku yang hobi banget membuka keran dengan bukaan maksimal pada saat cuci muka / sikat gigi di wastafel. Aku pernah menegurnya satu kali tapi tidak ada perubahan berarti (aku ngga mungkin terus-terusan menegur, karena aku juga bukan pemilik kos), suara keran yang keras itu benar-benar mengusik diriku -___- apalagi kamarku pas di sebelahnya. STOP WASTING WATER, mbak!

Aku bersyukur aku jarang banget mengalami yang namanya kesulitan air bersih. Aku cuma pernah mengalami yang namanya air keruh (air di Surabaya, bro.. warnanya ngga bening) dan kesulitan air gara-gara tandon kos lama bermasalah. Dan gara-gara tandon kos bermasalah itu, aku jadi tambah belajar kalau air itu sangat berharga. Bayangkan kalo kalian ngga punya air bersih, mandi pake apa? Masak pake air apa? Minum pake apa? Beruntunglah kalau kalian lahir dan hidup sebagai anak orang kaya yang ngga pernah kesulitan air, coba deh kalian sehariiii aja tinggal di rumah anak-anak yang hidup di bawah garis kemiskinan seperti ini.. Pasti nangis deh kalian gak nemu air bersih..

warga kesulitan air bersih, di salah satu bagian di Indonesia | image source: lisasuroso.wordpress.com
Anak kecil di Afrika yang kesulitan air bersih | image source: http://www.bailiffafrica.org/

1 dari 8 orang di dunia tidak memiliki air bersih, 7 dari 8 orang di dunia BISA MERUBAH HAL TERSEBUT | image source: dropinthebucket.org

Ngga perlu muluk-muluk dulu mau jadi volunteer untuk membantu warga Afrika segala, cukup dimulai dengan kita menghemat air di rumah kita masing-masing deh. SEGALA SESUATU DI MULAI DARI KITA.

Video wajib ditonton!




KESIMPULAN:
Seperti yang aku udah bilang diatas, penting banget bagi kita untuk BERUBAH. Aku ngga akan muluk-muluk bicara kita ngga boleh korupsi bla-bla-bla, tapi dari 3 kebiasaan yang nampak sepele ini, akan sangat DESTRUKTIF kalau kita terus-terusan melakukannya. Kita mau Indonesia menjadi bangsa yang lebih baik kan? Aku sangat percaya kalau kita mau merubah diri dengan melakukan bagian kita masing-masing, pasti akan berdampak positif untuk masa depan kita semua :)



TIPS: HOW TO CHANGE OUR BAD HABITS?
  1. Sampah itu tempatnya ya di tempat sampah; bukan di jalan, bukan di sungai, bukan di laut, bukan di gunung. KEMANA PUN KITA PERGI, cobalah biasakan bawa kantong plastik kemana-mana.
    Mau pergi ke pantai? OKE, jangan lupa sampahnya dibawa pulang ya; JANGAN MENINGGALKAN JEJAK!
    Mau mendaki gunung? OKE, sampahnya dikumpulin terus dibuang pas udah ketemu tempat sampah ya. Inget, sampah di gunung akan tetap di gunung, ngga akan ada yang mungut!
    Yuk mari menjadi pribadi yang bertanggung jawab terhadap sampah masing-masing :)
  2. Berlatihlah mengantri. Ngga ada tips yang lain. Belajar sabar menanti giliran kita masing-masing, karena ngga ada orang yang senang antriannya dipotong. Percayalah, kalau kita menanamkan kebiasaan yang baik sampai ke anak cucu kita, mental mereka akan menjadi mental yang dapat menghargai orang lain dan tidak egois. Hargailah hak dan keberadaan orang lain, jangan hanya memikirkan kepentingan diri sendiri.
  3. Matikan keran pada saat kita tidak menggunakan airnya, contoh: matikan keran saat kita sedang menyabuni piring, matikan keran saat kita sedang menyikat gigi, matikan keran saat kita sedang menggosok wajah pada saat cuci muka. Plis, jangan biarkan air keran mengucur begitu saja! Di saat kita sedang berkelimpahan air, masih banyak orang yang harus berjuang hidup dengan minum dengan air kotor!






Sorry ya sekali-kali aku ngeblog tentang lingkungan hidup boleh dong ya? :p Pacar sampai bilang seharusnya aku jadi anggota lingkungan hidup karena aku terlalu concern soal hal-hal diatas. LOL. Semoga di usia kemerdekaan kita yang udah 70 tahun ini, kita bangsa Indonesia bisa semakin memiliki mental yang baik dan menjadi teladan bagi bangsa lain :) Yuk, mulai dipraktekkan! AYO KERJA!

9 comments:

  1. soal ngantri itulohh.. rrggghhh bnyk yg ga bisa antri.. aq suka sewot sendiri..

    ReplyDelete
  2. Aku setuju banget mbak, jangan hanya menyalahkan orang lain, mulailah dari diri sendiri, ini kan kebiasaan, bisa dilatih, bukan dari gen yang menurun

    ReplyDelete
  3. setujuuuuuu ... tambahin satu lagi mbak, hemat energi please .. masih banyak daerah di negara ini yang belum dialiri listrik, sementara di kota2 besar berlimpahan listrik.. ironis :(

    ReplyDelete
  4. aku super duper setuju banget sama kamu mbak..
    aku ijin share ya postnya..

    ReplyDelete
  5. ah...postingan yg keren mak! setuju banget! sampah apalagi plastik itu kl berbahaya. saya suka ingatkn anak-anak, "kl buang sampah di sini kasihan kl ada semut lewat. dia bisa kejebak di plastik trus ga bisa pulang."

    ReplyDelete
  6. Setuju bgt ci.
    Harus kita kita sendiri yg ngeubah kebiasaan kita.
    Walaupun kebiasaan baik yg kelihatannya kecil,tp sangat berharga .

    kawaii-diary98.blogspot.com

    ReplyDelete
  7. aku suka baca postingan km ini, izin tak share yaa :D

    ReplyDelete
  8. beneer, buang sampah sembarangan sama nggak mau antri itu bikin bete dah! orang indonesia perlu banyak belajar dari negara tetangga tentang ini :)

    ReplyDelete

I do appreciate every comment of yours :D
Thanks for visiting my blog! Enjoy~